2+ Metode Cara Mengecek Jenis ARM di Android Dengan CPU-Z dan DevCheck

  • TeknoGPT
  • Apr 28, 2024
Cara Mengecek Jenis ARM di Android

Cara Mengecek Jenis ARM di Android – Pernah kebingungan saat mau install aplikasi di Android dan ternyata nggak jalan? Atau heran kenapa ada aplikasi yang lancar di temen kamu tapi lemot di hape kamu? Nah, di sini kita bahas soal arsitektur prosesor Android yang punya peran besar dalam hal itu.

Jangan anggap remeh, arsitektur prosesor kayak ARM32, ARM64, dan x86 ini penting banget untuk diketahui. Kenapa? Karena ini nentuin aplikasi mana yang bisa kamu pakai dengan lancar.

Di artikel ini, kita bakal ulas cara gampang buat cek jenis ARM di Android kamu dan kenapa hal ini krusial buat pengalaman pemakaian gadgetmu.

Tujuannya simpel: biar kamu nggak salah langkah pas pilih aplikasi dan bisa dapetin performa terbaik dari hape kamu.

Yuk, simak selengkapnya!

Cara Mengetahui Jenis ARM di Android Menggunakan Aplikasi CPU-Z

Ingin tahu jenis ARM di Android kamu? Coba gunakan aplikasi CPU-Z! Aplikasi ini bisa kamu download gratis dari Google Play Store dan sangat berguna untuk cek spesifikasi perangkat keras Android kamu, termasuk jenis ARM-nya.

Langkah-Langkah Menggunakan CPU-Z:

  1. Download dan Install CPU-Z Yuk, download dan install CPU-Z dari Google Play Store. Ini aplikasi simpel dan gratis yang bisa kasih info lengkap tentang hardware Android kamu.
  2. Buka Aplikasi CPU-Z Setelah terinstall, buka aplikasinya. Kamu akan lihat beberapa tab yang punya info berbeda tentang perangkat kamu.
  3. Pilih Tab ‘System’ Di tab ‘System’, kamu bakal nemu berbagai info tentang sistem Android kamu, kayak versi Android, model perangkat, dan info penting lainnya.
  4. Cek ‘Kernel Architecture’ Di bagian ‘Kernel Architecture’, kamu bisa lihat jenis ARM yang digunakan oleh prosesor ponselmu. Ada beberapa kemungkinan yang mungkin kamu temukan:
    – ARMv7 atau armeabi: Ini menunjukkan ponselmu menggunakan arsitektur ARM 32-bit.
    – AArch64 atau ARM64: Ini berarti ponselmu pakai arsitektur ARM 64-bit yang lebih canggih.
    – x86: Ini menandakan prosesor ponselmu berbasis x86, bukan ARM.
  5. Sesuaikan Langkah Selanjutnya Setelah tahu jenis ARM, kamu bisa sesuaikan pilihan aplikasi atau custom ROM yang cocok dengan arsitektur prosesor Android kamu.

Gampang, kan? Dengan buka CPU-Z dan cek bagian ‘Kernel Architecture’ di tab ‘System’, kamu bisa cepat tau jenis ARM di Android kamu, entah itu ARM 32-bit, ARM 64-bit, atau x86.

Sekarang, cek ponselmu dan dapatkan info yang kamu butuhkan!

Cara Mengecek Jenis ARM Android Melalui Aplikasi DevCheck

Mau tau jenis ARM di Android kamu? Coba pakai aplikasi DevCheck! Ini dia langkah-langkahnya:

Langkah-Langkah Menggunakan DevCheck:

1. Download dan Install DevCheck Pertama, download dan install DevCheck dari Google Play Store. Ini aplikasi keren dan gratis yang bisa kasih info komplet tentang spesifikasi hardware dan software Android kamu.

2. Buka Aplikasi DevCheck Setelah terinstall, buka aplikasi. Ada beberapa tab yang nampilin info berbeda tentang Android kamu.

3. Pilih Tab ‘System’ Di tab ‘System’, kamu bisa lihat macam-macam info tentang sistem Android kamu, kayak versi Android, nama kode, sampai pabrikan.

4. Cek ‘CPU Architecture’ Nah, di bagian ‘CPU Architecture’ kamu bisa cek jenis ARM yang digunakan oleh prosesor ponselmu. Bisa jadi kamu nemuin:

  • ARMv7 atau armeabi: Ini artinya ponselmu pakai arsitektur ARM 32-bit.
  • AArch64 atau arm64: Ini tandanya ponselmu menggunakan arsitektur ARM 64-bit yang lebih modern.
  • x86: Ini menunjukkan ponselmu pakai prosesor x86, bukan ARM.

5. Sesuaikan Langkah Selanjutnya Sesudah tahu jenis ARM-nya, kamu bisa milih aplikasi atau custom ROM yang cocok sama arsitektur prosesor Android kamu.

Ringkasnya, dengan buka aplikasi DevCheck dan lihat info ‘CPU Architecture’ di tab ‘System’, kamu bisa gampang banget tahu jenis ARM di Android kamu, entah itu ARM 32-bit, ARM 64-bit, atau x86.

DevCheck bikin kamu bisa ngerti spesifikasi perangkat Android dengan jelas dan mudah.

Perbedaan Jenis ARM di Android

Kamu pernah bingung dengan istilah ARM32, ARM64, dan x86 di Android? Yuk, kita bahas perbedaannya!

1. ARM/ARM32 (ARMv7 atau armeabi)

Ini versi ARM yang lebih tua:

  • Bisa jalanin aplikasi dan sistem operasi yang cuma 32-bit.
  • Soal konsumsi daya, cukup irit, sekitar 5 watt.

2. ARM64 (AArch64 atau arm64)

Versi ARM yang lebih canggih:

  • Bisa ngolah data 64-bit, jadi lebih powerfull buat komputasi.
  • Bisa jalankan aplikasi 32-bit dan 64-bit, jadi lebih fleksibel.
  • Konsumsi dayanya antara 6-30 watt, masih cukup hemat.
  • Di perangkat Android terbaru, ini jadi standar yang umum dipakai.

3. x86 (x86 atau x86abi)

Pakai prosesor Intel, bukan ARM:

  • Biasanya lebih kuat dari ARM dan ARM64 tapi kurang efisien dalam penggunaan baterai, konsumsi dayanya sekitar 130 watt.
  • Bisa jalankan aplikasi 32-bit dan 64-bit, mirip ARM64.
  • Di dunia mobile, jenis ini udah nggak terlalu banyak dikembangkan.

Jadi, ringkasnya:

  • ARM32: Cocok buat operasi 32-bit, hemat daya.
  • ARM64: Lebih kuat, dukung 32-bit dan 64-bit, jadi standar di perangkat baru.
  • x86: Lebih kuat, tapi boros daya, pakai prosesor Intel, dan nggak terlalu populer di mobile.

Mengetahui jenis ARM di Android penting banget, terutama kalo kamu mau pasang aplikasi di luar Play Store atau modifikasi sistem kayak custom ROM. Dengan tahu jenis ARM-nya, kamu bisa pilih aplikasi atau ROM yang tepat buat perangkatmu.

Pentingnya Mengetahui Jenis ARM Android

Tau nggak sih kenapa perlu banget mengetahui jenis ARM di perangkat Android kamu? Ternyata, ini punya segudang manfaat loh!

1. Kompatibilitas Aplikasi

Mau pasang aplikasi dari luar Play Store? Pastikan dulu ARM-nya cocok:

Beberapa aplikasi cuma jalan di jenis ARM tertentu (ARM, ARM64, x86). Cek dulu ARM-nya sebelum download.

2. Performa dan Efisiensi

ARM yang berbeda, performa dan efisiensinya juga beda:

  • ARM64 itu kuat dan masih hemat daya. Sementara x86, meski kuat, tapi lebih boros daya.
  • Ngetahuin jenis ARM bisa kasih kamu gambaran gimana performa dan efisiensi perangkat saat main game atau pakai aplikasi.

3. Modifikasi Sistem (Custom ROM)

Pengen oprek sistem dengan custom ROM? ARM-nya harus sesuai:

  • Custom ROM harus cocok dengan arsitektur prosesor biar lancar jaya.

4. Pengembangan Aplikasi

Bagi para developer aplikasi, jenis ARM itu krusial:

  • Penting banget buat mengoptimalkan aplikasi sesuai dengan arsitektur prosesor yang beda-beda.

5. Pemecahan Masalah (Troubleshooting)

Ada masalah dengan aplikasi? ARM-nya bisa jadi kuncinya:

  • Mengetahui jenis ARM membantu banget dalam mengatasi masalah aplikasi yang sering crash atau error.

Jadi, mengetahui jenis ARM di Android itu penting banget buat memastikan aplikasi yang dipasang cocok, performa perangkat optimal, sukses pasang custom ROM, pengembangan aplikasi yang efisien, dan juga buat ngecek dan ngatasi masalah.

Dengan tau jenis ARM-nya, kamu bisa lebih maksimalin penggunaan perangkat Android sesuai dengan spesifikasinya.

Cara Mengetahui Aplikasi yang Mendukung Arsitektur Prosesor Android

Mau pastikan aplikasi yang kamu download bisa jalan mulus di Android kamu? Yuk, cek dulu arsitektur prosesornya! Ini caranya:

1. Buka Google Play Store

Mulai dengan buka Google Play Store dan cari aplikasi yang kamu pengen pasang.

2. Lihat di Bagian “Informasi Tambahan”

Di halaman aplikasi, scroll ke bawah sampai kamu nemu bagian ‘Informasi Tambahan’ atau ‘Additional Information’. Perhatikan bagian ‘Diperlukan Android’ atau ‘Requires Android’:

  • Kalau ada tulisan ‘Bervariasi tergantung pada perangkat’ atau ‘Varies with device’, klik buat lihat detail dukungan arsitektur prosesornya.
  • Kalau langsung ada versi Androidnya tanpa tulisan ‘Bervariasi’, berarti aplikasi itu dukung semua arsitektur prosesor untuk versi Android tersebut.

3. Cek Dukungan Arsitektur Prosesor

Di detail ‘Diperlukan Android’, kamu bakal lihat arsitektur prosesor yang didukung. Misalnya:

  • armeabi atau ARM: Ini artinya aplikasi cuma dukung prosesor ARM 32-bit.
  • arm64-v8a atau ARM64: Artinya aplikasi ini oke buat prosesor ARM 64-bit.
  • x86 atau x86abi: Ini menunjukkan dukungan untuk prosesor Intel x86.
  • Kalau ada kombinasi beberapa arsitektur, berarti aplikasi dukung lebih dari satu jenis prosesor.

4. Sesuaikan dengan Prosesor Android Kamu

Pastikan arsitektur prosesor yang tercantum cocok dengan jenis prosesor Android kamu. Kamu bisa cek ini lewat aplikasi kayak CPU-Z atau DevCheck.

5. Download Aplikasi yang Kompatibel

Setelah kamu cek, kalau arsitektur prosesornya cocok, aplikasi itu seharusnya bisa jalan dengan baik di Android kamu. Tapi kalau nggak cocok, aplikasi mungkin bisa terpasang tapi nggak jalan dengan optimal.

Kesimpulan

Jadi, itu tadi cara mengetahui jenis ARM di Android dan kenapa ini penting. Mulai dari ngertiin bedanya ARM32, ARM64, sampai x86, sampe cara cek aplikasi yang cocok dengan prosesor Android kamu.

Semua ini berujung pada satu tujuan: performa optimal dan pengalaman pakai gadget yang makin nyaman. Ingat, pengetahuan tentang arsitektur prosesor bisa jadi kunci biar kamu nggak kecewa setelah install aplikasi.

Terima kasih sudah baca artikel ini. Jangan lupa mampir ke TeknoGPT.com buat baca artikel seru lainnya. Yuk, lanjut eksplor dan maksimalkan potensi gadget Android kamu!

FAQ

Apa itu arsitektur prosesor ARM?

Arsitektur prosesor ARM adalah desain prosesor yang digunakan oleh sebagian besar smartphone modern, termasuk Android. Desain ini terkenal karena efisiensi dayanya yang tinggi.

Bisakah aplikasi ARM64 jalan di prosesor ARM32?

Tidak bisa. Aplikasi yang dirancang untuk ARM64 membutuhkan kemampuan pemrosesan yang hanya ada di prosesor ARM64.

Apa itu DevCheck dan apa fungsinya?

DevCheck adalah aplikasi yang membantu kamu mengetahui berbagai informasi tentang perangkat Android, termasuk jenis prosesor dan spesifikasi teknis lainnya.

Bagaimana cara mengetahui jika sebuah aplikasi tidak kompatibel dengan perangkat Android saya?

Jika sebuah aplikasi tidak kompatibel, biasanya akan ada pesan error saat instalasi, atau aplikasi tersebut tidak akan muncul di Google Play Store untuk perangkatmu.

Apakah setiap aplikasi Android mendukung semua jenis arsitektur prosesor?

Tidak, beberapa aplikasi khusus dirancang untuk arsitektur tertentu, seperti ARM64 atau x86, dan tidak akan berjalan di arsitektur lain.

Post Terkait :